Home JabarKini PKKPI: Arogansi Dedi Mulyadi Ancam Keutuhan Golkar

PKKPI: Arogansi Dedi Mulyadi Ancam Keutuhan Golkar

795
0

Tasikmalaya, JABARSATU – Analis Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI), Komarudin Abdulah menilai sikap Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat sangat arogan. Dengan memerintahkan DPD Kota dan Kabupaten agar Musda digelar di markas Golkar Provinsi sudah cukup nyata bahwa Dedi seakan memegang kendali penuh atas Golkar Jawa Barat.

“Kalau menurut saya, sikap Dedi Mulyadi seperti ini malah bisa mengancam demokrasi. Terlepas juklak partai seperti apa, saya gak masuk ke ranah itu, saya hanya ingin katakan bahwa kader partai di daerah harus bebas intervensi. Takutnya disharmonis di tubuh Golkar terulang, “terangnya saat dikonfirmasi Jabarsatu.

Ia pun menyoroti kegiatan Musda Golkar Kota Tasik yang secara mendadak dipindahkan ke Bandung. Menurut Komar, butuh ketegasan dari seorang HM Yusuf selaku Plt. Ketua DPD Golkar Kota Tasik. Jika Yusuf “sumuhun dawuh” terhadap permintaan Dedi, maka ia menduga telah terjadi kesepakatan politik terselubung antar Yusuf dan Dedi.

“Ini yang saya heran, kenapa  tidak tegas. Padahal kalau mau patuh dengan juklak, tinggal tolak aja permintaan Dedi itu, “tandasnya.

Lebih dalam ia menganalisa bahwa ada deal-deal di belakang layar antara Dedi Mulyadi dengan pihak-pihak yang hendak menggelar musda, tak hanya dengan Kota Tasik. Deal-deal itu, tandas dia, tentu erat kaitannya dengan mahar politik yang tidak sedikit untuk Dedi.

Hal itu ia amati proses musda yang seolah sudah diplot agar Yusuf keluar sebagai pemenang. Perebutan kursi Ketua DPD Golkar Kota Tasik dinilainya sangat absurd karena tidak ada kandidat lain yang meramaikan selain HM Yusuf.

“Ini artinya, Dedi sudah memplot agar Yusuf menang. Jelas kan kalau ada permainan di sini. Kalau Dedi terlalu banyak intervensi dengan hajat daerah, saya khawatir malah muncul stigma diktatorian ala orba hidup kembali di tangan Dedi, “tegasnya.

Sebelumnya, ada berita Musyawarah Daerah (Musda)  Partai Golkar Kota Tasikmalaya digelar di markas Golkar Jawa Barat, Jl. Maskumambang, Bandung hari ini, Sabtu, (27/08/2016). Sebelumnya, pleno Golkar Kota Tasik disepakati di Pendopo Lama, Kabupaten Tasikmalaya.

Keputusan pindahnya lokasi musda ini sontak mendapat reaksi tajam dari sekalangan kader Golkar. Di antaranya Plt. Sekretaris Golkar Kota Tasik, Minar Gustono.

“Kami sempat kaget juga apa alasannya musda ko sampai ditarik ke provinsi. Karena hasil pleno kemarin itu musda di Tasik, “tandasnya seperti dilansir Tasikmalayasatu.com.

Tanggapan serupa disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Tasik, Edi Supriadi. Ia berharap musda Golkar Kota Tasikmalaya sebaiknya digelar di Pendopo Tasik. Mengingat musda bukan hajat provinsi, maka musda lebih baik dilangsungkan di kandang sendiri.

“Sebagai orang yang dianggap senior, kalau memang menurut mekanisme organisasi dibenarkan sah saja dimana pun juga. Tapi ini kan hajatnya orang kota, alangkah lebih baiknya kalau diselenggarakan di rumah sendiri, gitu loh, “ujarnya. (rik)